** Cinta Terpahat Di Altar Rasa **
Lirihmu dalam berkata
Santun jelas terdengar menembus gendang telingaku yang ternganga
Jutaan kasih yang kau beri padaku
Memugar kembali rasa cintaku yang hampir punah
Santun jelas terdengar menembus gendang telingaku yang ternganga
Jutaan kasih yang kau beri padaku
Memugar kembali rasa cintaku yang hampir punah
Entah mengapa sebabnya gelora rasa rindu kian bergelut dengan cinta yang membara
Hari yang cerah , telah menyuntingku bersama kedamaian dari dirimu
Tak salah ku berkata dan tak heran bisik mereka
Kini dan yang akan datang Tetap satu yang ada dalam rasa.
Hari yang cerah , telah menyuntingku bersama kedamaian dari dirimu
Tak salah ku berkata dan tak heran bisik mereka
Kini dan yang akan datang Tetap satu yang ada dalam rasa.
Cintaku dan cintamu
Ternyata kebenaran memihak kita berdua
Cinta telah terpatri di relung hati
Rasa telah terpahat dalam raga.
Ternyata kebenaran memihak kita berdua
Cinta telah terpatri di relung hati
Rasa telah terpahat dalam raga.
Tiada lagi yang sanggup mencuri hati ini
Sekalipun bidadari datang
Tak pernah kubiarkan untuk menyentuhku
Karena ku tau
Hanya engkaulah yang mampu menyambutku
Hanya engkaulah yang memilikiku
Sampai akhir masa.
Sekalipun bidadari datang
Tak pernah kubiarkan untuk menyentuhku
Karena ku tau
Hanya engkaulah yang mampu menyambutku
Hanya engkaulah yang memilikiku
Sampai akhir masa.
Menatapmu tak pernah jengah
Gerimis terdiam seakan ia tahu
Kata hati di relung jiwa
Meletakkan sepi di sudut kata
Gerimis terdiam seakan ia tahu
Kata hati di relung jiwa
Meletakkan sepi di sudut kata
Pada setangkai tawa menyimpan bunga
Untuk ku selipkan di antara abjad aksara
Cahaya wajahmu bukanlah tetesan embun atau curahan air langit,
Namun bias yang tak mampu ku gapai
Untuk ku selipkan di antara abjad aksara
Cahaya wajahmu bukanlah tetesan embun atau curahan air langit,
Namun bias yang tak mampu ku gapai
Terlalu sempurna bak bias rembulan terlalu indah cahayanya
Tak sedikitpun tamaram dan karam di dekap jelaga malam
Mungkinkah itu mata air yang berbingkai rindu di sejuk pandanganmu
Atau mungkin itu butiran kasih yang bersampul cinta untukku
Sehingga aku rebah di altar kasih mu,atau mungkin kah itu tetesan kasih bersampul rindu
Yang selalu bawa damai,di teduh senyuman
Tak sedikitpun tamaram dan karam di dekap jelaga malam
Mungkinkah itu mata air yang berbingkai rindu di sejuk pandanganmu
Atau mungkin itu butiran kasih yang bersampul cinta untukku
Sehingga aku rebah di altar kasih mu,atau mungkin kah itu tetesan kasih bersampul rindu
Yang selalu bawa damai,di teduh senyuman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar